Ide Bisnis Baju Big Size Yang Melejit

Ide Bisnis Baju Big Size Yang Melejit

Seringkali jika kita datang di gerai pusat belanja atau menghadiri acara diskon di mall, kita tertarik untuk segera membeli barang tersebut. Namun untuk yang memiliki postur tubuh yang gemuk, mungkin terbilang cukup susah. Karena hanya ada di mall tertentu atau toko khusus yang menjual specialis baju besar (big size).

Banyak keluhan akan hal tersebut membuat seorang pengusaha bernama Poppy Hanadhy merubah mindset itu dengan menciptakan brand fesyen bernama Povelefe. Ya, brand fesyen yang dia ciptakan adalah untuk wanita berukuran gemuk atau plus size.

Ketertarikannya membuat brand ini berawal dari sulitnya menemukan baju berukuran besar untuk dirinya. Poppy tidak sendiri, dalam menciptakan Povelefe, dia dibantu oleh rekannya yakni Fe Utomo, Helen Bellina, dan Holy Veronica.

“Sebetulnya kenapa kita memilih plus size karena aku berdua sama teman aku sebagai owner membutuhkan busana itu. Agak sulit akhirnya kita bikin saja dan kebanyakan di Indonesia itu produk lokalnya jarang,” kata Poppy Hanadhy selaku pemilik brand Povelefe kepada CNBC Indonesia di kawasan Jakarta Pusat.

Poppy Hanadhy menuturkan bahwa koleksi yang ditawarkan dikemas secara eksklusif dan tidak biasa. Bahkan mereka yang berukuran tidak gemuk sekalipun bisa memakai busana tersebut dengan berbagai gaya seperti versatile, klasik, kasual dan feminin

Adapun pelanggan pada koleksi tersebut di dominasi oleh ibu-ibu muda dan milenial usia 20- an keatas. Biasanya sekali belanja mereka bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta yang bisa mendapatkan 3-4 potong busana.

“Kita ingin mengangkat percaya diri untuk para wanita gemuk dengan koleksi kami agar mereka tetap percaya diri dan terlihat manis. Kita percaya diri dengan bisnis baju plus size dengan lini kita karena melihat pangsa pasar yang semakin luas biasanya yang beli ibu-ibu muda dengan spend money dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta,” kata Poppy.

Seperti gayung bersambut, dia pun mengaku bahwa peminat untuk baju plus size cukup menjanjikan yakni 100 persen daripada baju konvensional. Bahkan brand yang sudah berjalan sejak 2015 ini telah meraup untung sekitar 30 persen selama 3 tahun.

Kedepannya, dia pun ingin agar wanita bertubuh gemuk jangan berkecil hati dan tetap semangat dalam berpenampilan. Melihat banyaknya pesaing dia pun merasa tertantang untuk membuat suatu yang segar.

“Kalau dari sisi penjualan sangat meningkat jadi kami berproduksi 3 bulan sekali untuk koleksi baru. Sehingga dengan melihat itu oke dari sisi penjualan dan kalau dilihat memang online shopping banyak yang menawarkam plus size diluar brand kami berarti secara pangsa pasar ada kan,” kata dia.