Usaha Sukses Atlet Cantik Maria Sharapova

Usaha Sukses Atlet Cantik Maria Sharapova Yang Berbisnis Permen

Usaha Sukses Atlet Cantik Maria Sharapova – Atlet tenis wanita asal Rusia bernama Maria Sharapova pertama kali mendapat raket tenisnya pada usia empat tahun di kota asalnya, Sochi, Rusia.

Di masa mudanya, Dia selalu mendapat hadiah ekstra dari sang ayah sehabis berlatih. “Ayah saya akan memberi saya permen lolipop atau cokelat setelah latihan yang panjang,” kata atlet dan pengusaha itu di situs web perusahaan permennya, seperti dikutip dari CNBC Make It, Sabtu (4/8/2018).

Pada usia enam tahun, atlet tenis senior Martina Navratilova memperhatikannya. Dan merekomendasikan keluarganya pindah ke AS untuk mendapat kesempatan pelatihan lebih banyak .

Setahun kemudian, bintang yang sedang naik daun tersebut bersama ayahnya meninggalkan ibunya. Untuk mengembangkan kemampuan tenisnya pada akademi bergengsi Nick Bollettieri di Florida. Mereka tiba di AS dengan hanya membawa uang US$ 700 atau sekitar Rp 10 juta. Dan menyewa apartemen kecil seharga US$ 250 atau sekitar Rp 3,6 juta per bulan.

Awal Atlet Cantik Maria Sharapova

Pengorbanan tersebut akhirnya terbayar. Satu dekade setelah pindah ke Amerika, pada usia 17, Sharapova merebut Grand Slam pertamanya. Saat ini, atlet berusia 31 tahun ini telah menerima lebih dari US$ 38 juta atau sekitar Rp 547,2 miliar dari karirnya dan merupakan atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia selama 11 tahun berturut-turut.

Mengingat nasib seseorang itu jelas tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa menebak. Namun segalanya bisa dirubah jika kalian mempunyai niat dan kemauan. Berawal dari seorang atlet tenis wanita asal Rusia bernama Maria Sharapova pertama kali mendapat raket tenisnya pada usia empat tahun di kota asalnya, Sochi, Rusia.

Di masa mudanya, Dia selalu mendapat hadiah ekstra dari sang ayah sehabis berlatih. “Ayah saya akan memberi saya permen lolipop atau cokelat setelah latihan yang panjang,” kata atlet dan pengusaha itu di situs web perusahaan permennya, seperti dikutip dari CNBC Make It, Sabtu (4/8/2018).

Meskipun sudah beranjak dewasa, kesukaan Sharapova terhadap permen ternyata tidak berubah. Hal inilah yang membuat atlet tenis ini meluncurkan perusahaan permennya, Sugarpova, pada tahun 2012.

Atlet Cantik Maria Sharapova

“Sugarpova diciptakan dari keinginan saya untuk berbagi sedikit gaya hidup saya dengan penggemar. Dan konsumen yang mencintai permen,” kata Sharapova dalam sebuah siaran pers. Yang mengumumkan ekspansi Sugarpova ke dalam spesialis retail perjalanan Hudson Group.

Terlebih, menjalankan bisnis dapat menjadi sumber nafkah lain ketika karir tenisnya berakhir. “Pertama kali saya benar-benar mulai berpikir tentang bisnis dan usaha saya sendiri adalah ketika saya mengalami cedera saya (tahun 2008). Saya berumur 21 tahun, saya tidak tahu apakah saya bisa bermain lagi,” kata Sharapova kepada CNBC pada 2015.

“Permen bukan sesuatu yang pernah saya pikir akan saya tekuni. Saya tidak pernah tahu apa-apa tentang hal itu kecuali kesukaan saya yang sangat besar. Dengan permen dan mungkin suatu hari saya akan mengembangkannya menjadi sebuah merek besar. Tapi saya suka bekerja, saya suka melakukan sesuatu, saya suka belajar.”

Kini, produk permen miliknya, termasuk cokelat dan permen karet. Tersedia di 22 negara dan dijual melalui berbagai mitra ritel maupun online

Ingin Terjun Ke Dunia Bisnis?

Ingin Terjun Ke Dunia Bisnis? Sebaiknya Perhatikan Ini

Ingin Terjun Ke Dunia Bisnis? Ketika anda mempunyai sejumlah ide atau gagasan yang terlintas untuk direalisasikan dalam dunia bisnis, apa yang terlintas dalam pikiran anda ? Bukan rahasia lagi kalau para milenial lebih tertarik bisnis daripada kerja kantoran. Dalam memulai bisnis, milenial cenderung masih mempunyai ego yang bisa menghambat mereka untuk berkembang. Agni Pratama selaku Vice President Business Development LiMa Group Craft Enthusiast, mengingatkan lima hal penting yang perlu diperhatikan milenial sebelum memulai bisnis agar usaha mereka bisa terus berkembang ke depannya. Ingin Terjun Ke Dunia Bisnis ? Sebaiknya Perhatikan Ini !

1. Jangan Semua Dipegang Sendiri

Menurut Agni, banyak pebisnis milenial yang masih memiliki ego terhadap bisnisnya. Salah satunya ada keinginan menangani semua bisnis miliknya sendiri. Padahal untuk mengembangkan bisnis perlu ada kolaborasi dengan pihak lain.

“Misalnya yang bukan desainer merasa seperti desainer padahal sama sekali nggak ada background desainer. Cuma karena desain pertamanya laris dia merasa gua desainer hebat. Ingat, dia itu bukan desainer tapi businessman, itu bisa bikin bisnisnya mandek. Sekarang banyak kok desainer yang mau bantu kamu nggak hanya dari sisi desainnya tapi juga function jadi ada perkembangan,” jelas Agni saat berbincang di bazaar The Local Market, Le Marison Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

2. Mulai dengan Jumlah Partner Ganjil

Pria yang sudah lebih dari sepuluh tahun bergerak di industri bisnis craft tersebut menganjurkan agar sebaiknya memulai usaha dengan partner yang jumlahnya ganjil. Hal ini juga bisa berpengaruh terhadap bisnis ke depannya.

“Kalau kamu butuh partner jangan satu tapi dua sekalian biar kalau ada apa-apa ke depannya, ada mediatornya. Saya sarankan kalau mau growing pastikan jumlah partner kamu ganjil,” kata Agni.

3. Melakukan Review

Penting untuk melakukan review terhadap produk Anda, model bisnis, hingga orang-orang yang bekerja bersama. Agni menyarankan untuk melakukam review tersebut setiap tiga atau enam bulan sekali agar tidak ketinggalan dengan yang lain. Review ini dilakukan bisa terus memiliki inovasi baru baik dalam perkembangan produk maupun model bisnisnya.

4. Financial Planning dari Tahun Pertama

“Financial planning perlu dilakukan sejak tahun pertama berbisnis, termasuk bikin journal, budget. Jadi harusnya tahun ini uang masih dari ngutang sana-sini, dua tahun kemudian harus tambah pinjam BRI, tahun ke tujuh cari dana lewat IPO, itu sudah direncanakan jangka panjang,” saran Agni kemudian.

5. Terus Riset

Agni menekankan pebisnis yang sukses selalu melakukan riset. Terus membaca, meneliti pasar, yang akan berguna dalam pengembangan bisnis. Jadi riset perlu dilakukan tak hanya ketika akan memulai bisnis tapi juga setelah bisnis tersebut berjalan.

Ide Bisnis Baju Big Size

Ide Bisnis Baju Big Size Yang Melejit

Ide Bisnis Baju Big Size  – Seringkali jika kita datang di gerai pusat belanja atau menghadiri acara diskon di mall, kita tertarik untuk segera membeli barang tersebut. Namun untuk yang memiliki postur tubuh yang gemuk, mungkin terbilang cukup susah. Karena hanya ada di mall tertentu atau toko khusus yang menjual specialis baju besar (big size).

Banyak keluhan akan hal tersebut membuat seorang pengusaha bernama Poppy Hanadhy merubah mindset itu dengan menciptakan brand fesyen bernama Povelefe. Ya, brand fesyen yang dia ciptakan adalah untuk wanita berukuran gemuk atau plus size.

Ketertarikannya membuat brand ini berawal dari sulitnya menemukan baju berukuran besar untuk dirinya. Poppy tidak sendiri, dalam menciptakan Povelefe, dia dibantu oleh rekannya yakni Fe Utomo, Helen Bellina, dan Holy Veronica.

“Sebetulnya kenapa kita memilih plus size karena aku berdua sama teman aku sebagai owner membutuhkan busana itu. Agak sulit akhirnya kita bikin saja dan kebanyakan di Indonesia itu produk lokalnya jarang,” kata Poppy Hanadhy selaku pemilik brand Povelefe kepada CNBC Indonesia di kawasan Jakarta Pusat.

Poppy Hanadhy menuturkan bahwa koleksi yang ditawarkan dikemas secara eksklusif dan tidak biasa. Bahkan mereka yang berukuran tidak gemuk sekalipun bisa memakai busana tersebut dengan berbagai gaya seperti versatile, klasik, kasual dan feminin

Bisnis Baju Big Size

Adapun pelanggan pada koleksi tersebut di dominasi oleh ibu-ibu muda dan milenial usia 20- an keatas. Biasanya sekali belanja mereka bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta yang bisa mendapatkan 3-4 potong busana.

“Kita ingin mengangkat percaya diri untuk para wanita gemuk dengan koleksi kami agar mereka tetap percaya diri dan terlihat manis. Kita percaya diri dengan bisnis baju plus size dengan lini kita karena melihat pangsa pasar yang semakin luas biasanya yang beli ibu-ibu muda dengan spend money dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta,” kata Poppy.

Seperti gayung bersambut, dia pun mengaku bahwa peminat untuk baju plus size cukup menjanjikan yakni 100 persen daripada baju konvensional. Bahkan brand yang sudah berjalan sejak 2015 ini telah meraup untung sekitar 30 persen selama 3 tahun.

Kedepannya, dia pun ingin agar wanita bertubuh gemuk jangan berkecil hati dan tetap semangat dalam berpenampilan. Melihat banyaknya pesaing dia pun merasa tertantang untuk membuat suatu yang segar.

“Kalau dari sisi penjualan sangat meningkat jadi kami berproduksi 3 bulan sekali untuk koleksi baru. Sehingga dengan melihat itu oke dari sisi penjualan dan kalau dilihat memang online shopping banyak yang menawarkam plus size diluar brand kami berarti secara pangsa pasar ada kan,” kata dia.

Tips Penting Dari JackMa Untuk Entrepreneur

Tips Penting Dari Jack Ma Untuk  Entrepreneur

Tips Penting Dari JackMa Untuk Entrepreneur – Dalam Dunia Bisnis, para pengusaha mepunyai ceritanya masing-masing. Setiap hal yang dilakukan atau terjadi dalam Dunia Bisnis merupakan hal yang biasa.

Banyak para pengusaha atau entrepreneur lebih suka menceritakan pengalamannya membangun bisnis seperti tenaga pengajar atau guru.

Mereka pun mendirikan universitas agar masyarakat bisa menimba ilmu dengan baik, utuh dan secara langsung.

Jack Ma juga menempuh cara yang sama. Pendiri raksasa teknologi, Alibaba Grup, ini mendirikan Universitas Taobao di Hangzhou, China yang menawarkan salah satu jurusan tentang membangun bisnis digital. Kebetulan Jack Ma dulunya juga seorang guru.

Genecia Alluora, pendiri Soul Rich Woman sebuah platform saran berwirausaha bagi perempuan di Asia Tenggara, salah satu yang pernah menimbah ilmu di kampus ini menjabarkan tiga hal penting yang diajarkan di universitas Taobao dalam membangun bisnis digital :

1. Tentang Membangun Merek

Toko online memang tak terlihat seperti layaknya toko tradisional. Tetapi ketika pasar e-commerce tumbuh, menjadi sangat penting untuk memiliki merek yang dapat diidentifikasi oleh konsumen.

“Orang tidak lagi membeli langsung,” jelas Alluora, menyoroti kecenderungan konsumen yang lebih sering mencari ulasan produk di media sosial sebelum memutuskan membeli.

“Pelanggan ingin mengenal merek dan melihat Anda memiliki kredibilitas,” katanya. “Itu lebih dari sekadar memiliki halaman facebook, ini tentang mengetahui cara mempromosikan diri Anda lebih luas.”

2. Kemudian Anda perlu memasarkannya (marketing)

Setelah membuat merek, tahap selanjutnya mempromosikannya kepada orang yang tepat. Hal ini mungkin tampak jelas, tetapi seiring berkembangnya teknologi, perlu untuk memanfaatkan yang ada dengan maksimal.

“Untuk berada di puncak, Anda perlu menghasilkan traffic (lalu lintas),” kata Alluora. Cara terbaik untuk melakukannya adalah fokus pada strategi digital seperti memprioritaskan kata kunci dalam deskripsi produk Anda.

Alluora mencatat: “Anda harus menjual gaya hidup, bukan hanya produk. Anda harus terhubung secara emosional.”

3. Analisis data sangat penting

Untuk mempertahankan momentum dan menarik kembali pembeli, Anda perlu mengenal pelanggan Anda. Itu berarti memiliki akses ke data pelanggan.

Mengingat dominasi Alibaba di China – sistem pembayaran online, Alipay, yang menguasai lebih dari separuh pembayaran digital di negeri ini – salah satu kebanggaan perusahaan ini adalah satu set data paling canggih di dunia.

“Mereka memiliki analisis yang sangat rinci sehingga mereka dapat menyesuaikan penawaran mereka kepada setiap individu,” kata Alluora. “Jika Anda mencari barang-barang bayi, misalnya, tahun berikutnya mereka akan menargetkan Anda dengan pakaian untuk anak-anak berusia satu tahun.”

Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube

Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube

Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube – Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menghasilkan uang. Berbagi video melalui YouTube kini bukan hanya pekerjaan iseng belaka. Jadi kreator YouTube atau yang beken disebut Youtuber sudah menjadi profesi yang bisa menghasilkan uang dari video yang diunggah di YouTube.

Modal awal jadi Youtuber tidaklah sulit. Hanya perlu ide, kamera dan akses internet. Selanjutnya, tinggal kemampuan menarik penonton untuk mengunjungi kanal Youtube. Maklum, ada 5 miliar video yang dilihat (view) setiap hari oleh 300 juta pengunjung.

Konten yang menarik jadi kuncinya. Bila mampu menghasilkan konten menarik tentu bukan impian menjadi seperti Daniel Middleton atau DanTDM yang penghasilannya mencapai US$16,5 juta atau Rp 225,11 miliar pada 2017 lalu.

Tahap awal jika kita ingin menghasilkan uang dari Youtube adalah mendapatkan dan meningkatkan pengunjung (view) atau subscribers. Untuk hal ini perlu memiliki konten yang menarik dan mengungahnya secara teratur.

Bila memiliki pengunjung yang banyak, iklan akan segera datang. Ada dua cara mendapatkan uang dari iklan. Pertama, biaya per klik atau cost per click (CPC). Pengiklan akan membayar berdasarkan jumlah klik pada iklan.

Kedua, biaya per tampil atau cost per view (CPV). Pengiklan membayar berdasarkan jumlah penayangan iklan. Pengiklan akan membayar jika iklan ditonton setidaknya 30 detik atau setelah dari durasi iklan.

Iklan akan datang ke kanal YouTube jika mengaktifkan opsi monetisasi (monetisation). Iklan akan hadir di awal video, di tengah atau berbentuk pop up. Untuk mendapatkan ini, kanal YouTube harus memiliki paling sedikit 10.000 view.

Manfaatkan Media Sosial

Penghasilan dari iklan YouTube sekitar US$1,5 atau setara Rp 20.464 per 1.000 view Jika punya 1 juta view maka akan mendapatkan US$1.500 (Rp 20,47 juta). Prinsipnya semakin banyak view semakin banyak pendapatan yang masuk ke rekening.

Untuk tingkatkan penghasilan para Youtuber kondang akan menjalin kerjasama sendiri dengan perusahaan secara mandiri. Mereka memanfaatkan Google AdSense dengan menempelkan banner iklan sendiri di kanalnya.

Meski begitu, tidak semua konten akan menghasilkan uang. Youtuber memang berpotensi mendapatkan 67% pendapatan iklan, namun yang terealisasi hanya 15% yang jadi pendapatan iklan karena banyak pengunjung yang melewatkan iklan yang ada di konten.

Cara lain dengan membuat video yang mempromosikan produk atau perusahaan atau istilah sekarang endorse. Pendapatannya sangat bergantung berapa banyak yang menonton. Biasanya tarif yang dikenakan US$10.000 per 100.000 view.

Untuk mendapatkan pendapatan ini, YouTuber pemula penting untuk memuat video yang berdurasi pendek, mudah diingat dan original. Selain itu, perlu memanfaatkan media sosial lainnya untuk menyebarkan konten dan berinteraksi dengan penikmat kanal YouTube.